Saturday, January 25, 2014

Mencari kesalahan orang lain itu mudah

Menilai orang lain dan mengetukkan palu seketika bahwa si itu bodoh, tolol, o’on, ga becus, dodol dan perkataan lainnya yang menyakitkan itu memang mudah. Lihat aja betapa mudahnya seseorang mengkritik orang lain. Bukannya ga boleh mengkritik siapapun, tapi ada baiknya menyampaikan saran maupun kritik tetap menghargai dan menghormati orang yang dikritik. Jangan sampe melukai orang itu, apalagi menyudutkan dan menyalahkan. Sampaikan dengan baik, santun dan saling menghargai perasaan.


Coba deh kamu praktekkin kaya beginian.
Titik Kesalahan
1. Ambil kertas berwarna putih bersih yg panjang dan lebar
2. Lalu buatlah di tengah-tengah kertas satu gambar titik yg jelas dilihat mata
3. Coba perlihatkan kpd orang lain dan tanyakan, "Apa yg Anda lihat?"
4. Niscaya ia akan menjawab, "Saya melihat titik hitam."
5. Lantas kemana larinya warna putih yg mendominasi ruang kertas?

Yupz, Begitulah biasanya org memandang kita, dan kita memandang org lain. Ketika tampak noda kesalahan, seakan lenyap seluruh kebaikan. 

Thursday, January 09, 2014

Silent

Untuk apa bertanya jika tak ada jawaban dan tak ada yang dibutuhkan. Bagiku, Jika aku peduli aku akan mendatangimu. Mengutarakan apa yang aku rasa, dan merasakan apa yang aku rasa. Kalau aku tidak peduli, aku tidak akan menanyakan “Are you okay?”.  Bagaimana dengan kamu saat aku mengalami hal yang sama? Berlari. Iya, kamu berlari, Choose to run and gone.


Because of that, this time, I choose to be silent, mencoba memahami, menunggu, memperhatikan dan mencoba menerima kembali jika memang dibutuhkan. Yang terpenting saat ini adalah selalu ada dan being there in time of need.   

So, I choose to be silent. And I think .. Semuanya itu harusnya saling, bukan silang