Thursday, July 09, 2015

USG 4 Dimensi | 12 Minggu


Alhamdulillah, hari ini kehamilanku menginjak usia 12 Minggu 2 Hari. Masa-masa mual muntah bener-bener beda dari kehamilan sebelumnya yang ga mual dan muntah. Masa ini, masa yang harus dinikmati ibu ibu hamil dengan penuh kesabaran, YUP.. Semester pertama yang heboh. Tapi Alhamdulillah kehamilanku di trisemester pertama ini bertepatan dengan puasa ramadhan, aku berusaha semampuku untuk berpuasa, setelah sebelumnya sempet konsultasi sama dokterku untuk tidak terlalu dipaksakan, selama tidak ada keluhan silahkan puasa, makanan diperhatikan dan banyak minum air putih saat sahur dan buka puasa. Alhamdulillah, sesekali puasa dan sesekali tidak puasa tergantung kondisi. Bismillah semuanya diniatkan ibadah.

Berbekal pengalaman masa lalu yang kata dokterku, kalau usia 3 bulan sudah berbentuk baby dalam artian sudah punya kaki, tangan dan kepala yang sudah berbentuk manusia, aku memberanikan diri untuk USG 4 Dimensi. Aku ingin memastikan kondisi janinku semuanya baik-baik dan sempurna. Hari ini, aku ke Dr Yan Faunas, Dokter Praktek di Apotek Malaka yang prakteknya ga jauh dari kantorku. Jam 9 aku udah reservasi ke kliniknya, dan aku dapat urutan nomor yang lumayan antri, 14. jam 11 aku telpon lagi ke klinik baru diurutan nomor 8, jam 12 aku telpon lagi ke klinik dan antrian sudah di nomor 10. Pengalaman yang udah udah, dokternya memang detail sekali memperhatikan layar monitor USG dan selalu menjawab apa yang pasien tanyakan, jadi ya pasien yang ngantripun bejibun.

Jam 12 lewat aku berangkat menuju klinik, sampe meja administrasi langsung di tensi dan diminta menunggu. Tik Tok Tik Tok.. 10 menit, 20 menit.. Oke Oke.. Ternyata banyak yang memang hanya reservasi saja tanpa dateng, yang dateng duluan bisa langsung konsultasi. Tapi tetep yang udah reservasi didahuluin. Dan hampir setengah jam menunggu, aku bener-bener berkecamuk banget rasanya, membayangkan kondisi janinku yang ga ga. Terus terang, masih ada rasa trauma yang mendalam. Tapi aku harus yakinin diri ini untuk kuat dan berfikir positif. "Ya wulan, kamu sehat.. malaikat kecil ini juga harus sehat, dia merasakan apa yang kamu rasakan, sehat sehat sempurna sempurna".

USG 4 Dimensi, 12 Minggu 2 Hari
Bismillah, namaku dipanggil. Dan dokter melihat riwayatku dan kondisi janinku sebelumnya. Baby pertamaku, 9 bulan yang lalu  USG 4 Dimensi diklinik ini dan dinyatakan untuk diterminasi dari dokter ini. Ah sudahlah, berceritalah pada dokter dan sekuat tenaga ku tidak menangis. Sekian lama sharing, akhirnya saatnya di USG. Aku diminta tiduran, rileks dan dokter sudah duduk manis di depan monitor USGnya sembari menyodorkan alat sensor diperutku. Ga berani aku tanya dulu ke dokter, aku hanya memperhatikan layar monitor diseberang sana yang seukuran TV 24 inc. Tak berhenti hentinya aku sholawat, berusaha ikhlas dan kuat dengan apa yang dokter bilang.
"Bagus ni kepalanya, ni kakinya, ni tangannya, insha Allah anaknya perempuan", kata dokter yan.
"Perempuan dok?" Itu kata pertama yang aku ucapkan
"Per ki ra an", kata dokter yan tidak terlalu yakin
"Alhamdulillah, apa aja dok, tapi gimana dok.. semua sehat, lengkap?" Kataku
"Lengkap, ni kepalanya bulet, kakinya dua, tangannya, lagi posisi duduk dia" Kata dokter yan sembari sibuk ngitung panjang dan berat janinku.
"Alhamdulillah, Alhamdulillah, Alhamdulillah". Aku berbisik sesekali dan mulai menghela nafas lega.

Pertanyaan demi pertanyaan untuk janin keduaku dan sharing pengalaman sebelumnya terus keluar dari bibirku, rasanya yang aku butuhkan saat ini adalah sebuah pelukan ke suamiku. Hehehehe, aku belum cerita ya suamiku kemana, dia ga ikut karena kerja. Aku sendirian ke klinik loh.

Entah berapa lama diruangan dokter, mungkin setengah jam. Pantes aja klinik ini sampe ngantrinya amit amit, ada 10 aja ibu hamil kaya aku.. makin lama deh. Update hari ini 9 Juli 2015, harga USG 4 Dimensi di Klinik Malaka Rp. 250.000 dan untuk 2 Dimensi Rp 150.000. Kalau USG 4 Dimensi, sudah dapat print 2 Dimensi juga. Murah kan.

Sampe kantor jam setengah 3. Langsung foto hasil USG 4 D dan kirim WA ke suami.
"Hallo Ayah, Aku sempurna, Doain aku terus ya"

Aamiin. 

Thursday, June 04, 2015

Surprise Pagi (Antara Tega dan Ga Tega)

Pagi ini hari kamis, hari yang panjang setelah libur di hari senin, selasa (Hari Waisak) dan Rabu (Ijin Sakit). Seperti biasa, beberes dikit, mandi dan bersiap. Aku dan suamiku berangkat kerja ditemani Motor Tiger kesayangan suami. Arah pagi ini, dari bekasi - kalimalang ke radin inten lumayan agak padat mengingat tengah pembangunan jalan tol Becakayu (Bekasi, Cawang dan Kampung Melayu).

Kebiasaan suamiku setiap pagi adalah menawarkan setiap jajanan kepadaku untuk sarapan, hari ini dia menawarkan gorengan, aku bilang kepengen pastel. Sampai saat sampe di depan ruko kantorku, aku bilang kepengen sarapan. Tapi suamiku jawab dengan agak "malesin", bilangnya "kenapa sih ga bilang dari tadi, pas sebelum sampe kantor, udah nanti beli sendiri atau minta tolong amet (OB kantorku)". Dan akupun bilang sambil pengen nangis dan merasa sadar kalau ini kesalahanku "Iya nanti beli sendiri".

Sesampai dikantor, akupun duduk diruang meeting kantorku. Mulai merasakan kriuk kriuk diperutku, mengingat semalam belum makan karena tidak enak badan. Kupinjam motor teman kantorku dan kutinggalkan tas ranselku di meja meeting. Dan akupun mulai hunting kesana kemari mencari sarapan, bubur ayam menjadi pilihan sarapanku hari ini. Sesampai dikantor, aku langsung menyantap bubur ayam setelah ku baca bismillah. Setelah selesai, aku membuka tas ku, Wak Waw.... Ada bungkusan nasi hangat dan kerupuk. Aku tanya OBku, siapa yang masukin makanan ke tas ku? dia bilang tidak tau. Entahlah, suasana pagi hari ini terlalu pagi untuk menuduh siapa siapa yang usil. Akupun bengong, ga tau datangnya dari mana. Apa mungkin suamiku memasukkannya disaat dirumah? Sepertinya tidak, karena seharian pagi itu bersamaku, dan kalaupun dia sempetin beli makan, pasti ga akan secepat aku mandi.

PING!. Suara HPku berbunyi, dan bbm dari suamiku.
Suamiku : Selamat makan, mas tadi beliin maem nasi anget buat kamu.
Aku : Kapan belinya?.
Suamiku : Mas ga tega tadi kamu kepengen sarapan
Aku : Kapan belinya?
Suamiku : Tadi mas habis anter kamu, langsung cari sarapan dan mas cuma dapet nasi pecel, trus balik kekantor kamu, dan mas masukin ke tas kamu nasinya
Aku : Aku sayang kamu mas

Aku terharu, sebegitu perhatiannya dia sama aku. Sebegitu sayangnya dia sama aku. Aku cuma bisa mendoakannya dari jauh. Disetiap doaku, ada kamu.

I Love You, Mas

Friday, May 22, 2015

Aku Hamil (Alhamdulillah)

TP Pertama
Seakan masih belum percaya Allah kasih lagi kepercayaan setelah tahun lalu aku cek kehamilan dan hamil . Rasanya aku mau nangis tapi bahagia (saat itu sih emang nangis). 

Aku iseng cek TP karena aku mual belakangan hari ini, dan aku cek garis 1, aku tinggalin sebentar dan aku perhatiin lebih detail lagi.. Eh, ada garis keduanya.. tapi samar. Seketika aku nangis, mengingat dan berfikir apakah aku siap untuk diberikan amanah lagi sama Allah, rasanya  belum hilang rasa trauma harus berpisah dengan kakak Fatimah. Tapi aku tau Allah pasti berikan kebaikan setelah umatNya mendapatkan cobaan itu. 


TP Kedua
Oke oke, keesokan harinya aku TP lagi dan mendapatkan garis samar yang masih membingungkan. Lama juga aku simpan rahasia ini sama suamiku. Tidak ingin memberikan harapan palsu (PHP gitu). Akhirnya kuputuskan untuk kutunggu hingga 1 minggu akan TP lagi. Bismillah, mudah2an Allah memberikan kasih sayangnya kepadaku. Akupun mulai memperajin meminum suplemen Folavit 400 untuk membantu pertumbuhan si jabang bayi. 

Alhamdulillah Semakin Jelas
Seminggu, tepatnya tanggal 21 Mei 2015, akupun mulai nyumpet nyumpet ke apotik membeli TP ketiga untuk memastikan apakah terdapat baby mungil yang tengah berkembang atau ga. Dan tentu saja menjawab penasaranku. Jeng Jeng... Alhamdulillah.. Garis kedua semakin jelas, Iya, aku hamil. Aku Positif. Aku akan mempunyai baby, ada penumpang kecil di rahimku. Ada yang akan menendangku. dan Ada sejuta rasa yang mencampuri perasaan aku seketika. Aku nangis, Aku bahagia, Aku trauma. Ya Allah.. Aku trauma. Aku takut.

Aku peluk suamiku, aku bisikkan kepadanya.. "Mas, Aku hamil" . Dan diapun memelukku, menciumku. Dan dia bilang : "Benerkan, feeling mas, karena tahun lalu kamu hamil. Pasti tahun ini, puasa tahun ini kamu pasti hamil. Alhamdulillah ya Allah". 

Alhamdulillah. Ya Rabb, Terima kasih atas anugerah indah ini. Anugerah yang Engkau limpahkan kepadaku dan juga suamiku, kebahagiaan yang tiada putus. Cobaan terdahulu mendewasakan kami, mengajarkan kami tentang perbuatan kami yang mungkin pernah khilaf dimasa lalu, berharap hal itu dapat menghapus segala dosa kami dimasa lalu. 

Ya Rabb, kali ini ijinkan kami menikmati segala kasih sayangMu, KuasaMu atas keindahan menimang calon umat sholeh dimasa depan, calon penyayangMu, calon pengikut Nabi Muhammad. Izinkan kami Ya Rabb.
Jaga janin ini, panjangkan usianya, kuatkan raganya, sehatkan lahir bathin dirinya, sempurnakan dia, fasihkan suaranya dalam membaca AlQuran dan HadistMu, Sempurnakan ingatannya dalam menghafalkan AlQuranMu. Jadikan ia anak yang Sholeh dan Sholehah, Kelak.

Bismillah.. Alhamdulillah.. Terima kasih Allah. 

Monday, February 16, 2015

Roblii habli minasholihin

Rahim ini belum juga kering
Rasa kontraksi masih terbayang

Semua rasa itu memang masih teringat
Rasa traumapun terus menggelayut dipikiran
Rasa kehilangan bayi mungilku juga masih belum jg lepas.
Dia menghela nafas terakhirnya saat baru saja keluar dari rahimku.
Sekali ku kecup, belum ku sentuh, belum kupeluk

Tapi dia sudah ucapkan perpisahan.
Dia di syurga bersama Allah.
Enggan bermain bersama bayi yang lain, dia memilih menunggu kami dipintu syurga

Tapi hidup harus terus berjalan
Jika Allah menghendaki, tak ada kata trauma untukku memiliki seorang bayi
Karena kami tau, kelak bayi mungil itu yang mendoakan kami.

Iya, aku saat ini tengah berjuang utk hamil lagi.
Anugerah adalah berkah, dan buah hati adalah bentuk hadiah yang paling indah.

Bismillah, doakan kami sahabat untuk kesehatanku untuk memiliki buah hati. Roblii habli minash sholihin