Surprise Pagi (Antara Tega dan Ga Tega)
Pagi ini hari kamis, hari yang panjang setelah libur di hari senin,
selasa (Hari Waisak) dan Rabu (Ijin Sakit). Seperti biasa, beberes
dikit, mandi dan bersiap. Aku dan suamiku berangkat kerja ditemani Motor
Tiger kesayangan suami. Arah pagi ini, dari bekasi - kalimalang ke
radin inten lumayan agak padat mengingat tengah pembangunan jalan tol
Becakayu (Bekasi, Cawang dan Kampung Melayu).
Kebiasaan
suamiku setiap pagi adalah menawarkan setiap jajanan kepadaku untuk
sarapan, hari ini dia menawarkan gorengan, aku bilang kepengen pastel.
Sampai saat sampe di depan ruko kantorku, aku bilang kepengen sarapan.
Tapi suamiku jawab dengan agak "malesin", bilangnya "kenapa sih ga
bilang dari tadi, pas sebelum sampe kantor, udah nanti beli sendiri atau
minta tolong amet (OB kantorku)". Dan akupun bilang sambil pengen
nangis dan merasa sadar kalau ini kesalahanku "Iya nanti beli sendiri".
Sesampai dikantor,
akupun duduk diruang meeting kantorku. Mulai merasakan kriuk kriuk
diperutku, mengingat semalam belum makan karena tidak enak badan.
Kupinjam motor teman kantorku dan kutinggalkan tas ranselku di meja
meeting. Dan akupun mulai hunting kesana kemari mencari sarapan, bubur
ayam menjadi pilihan sarapanku hari ini. Sesampai dikantor, aku langsung
menyantap bubur ayam setelah ku baca bismillah. Setelah selesai, aku
membuka tas ku, Wak Waw.... Ada bungkusan nasi hangat dan kerupuk. Aku
tanya OBku, siapa yang masukin makanan ke tas ku? dia bilang tidak tau.
Entahlah, suasana pagi hari ini terlalu pagi untuk menuduh siapa siapa
yang usil. Akupun bengong, ga tau datangnya dari mana. Apa mungkin
suamiku memasukkannya disaat dirumah? Sepertinya tidak, karena seharian
pagi itu bersamaku, dan kalaupun dia sempetin beli makan, pasti ga akan
secepat aku mandi.
PING!. Suara HPku berbunyi, dan bbm dari suamiku.
Suamiku : Selamat makan, mas tadi beliin maem nasi anget buat kamu.
Aku : Kapan belinya?.
Suamiku : Mas ga tega tadi kamu kepengen sarapan
Aku : Kapan belinya?
Suamiku : Tadi mas habis anter kamu, langsung cari sarapan dan mas cuma dapet nasi pecel, trus balik kekantor kamu, dan mas masukin ke tas kamu nasinya
Aku : Aku sayang kamu mas
Aku terharu, sebegitu perhatiannya dia sama aku. Sebegitu sayangnya dia sama aku. Aku cuma bisa mendoakannya dari jauh. Disetiap doaku, ada kamu.
I Love You, Mas


No comments:
Post a Comment