Thursday, June 04, 2015

Surprise Pagi (Antara Tega dan Ga Tega)

Pagi ini hari kamis, hari yang panjang setelah libur di hari senin, selasa (Hari Waisak) dan Rabu (Ijin Sakit). Seperti biasa, beberes dikit, mandi dan bersiap. Aku dan suamiku berangkat kerja ditemani Motor Tiger kesayangan suami. Arah pagi ini, dari bekasi - kalimalang ke radin inten lumayan agak padat mengingat tengah pembangunan jalan tol Becakayu (Bekasi, Cawang dan Kampung Melayu).

Kebiasaan suamiku setiap pagi adalah menawarkan setiap jajanan kepadaku untuk sarapan, hari ini dia menawarkan gorengan, aku bilang kepengen pastel. Sampai saat sampe di depan ruko kantorku, aku bilang kepengen sarapan. Tapi suamiku jawab dengan agak "malesin", bilangnya "kenapa sih ga bilang dari tadi, pas sebelum sampe kantor, udah nanti beli sendiri atau minta tolong amet (OB kantorku)". Dan akupun bilang sambil pengen nangis dan merasa sadar kalau ini kesalahanku "Iya nanti beli sendiri".

Sesampai dikantor, akupun duduk diruang meeting kantorku. Mulai merasakan kriuk kriuk diperutku, mengingat semalam belum makan karena tidak enak badan. Kupinjam motor teman kantorku dan kutinggalkan tas ranselku di meja meeting. Dan akupun mulai hunting kesana kemari mencari sarapan, bubur ayam menjadi pilihan sarapanku hari ini. Sesampai dikantor, aku langsung menyantap bubur ayam setelah ku baca bismillah. Setelah selesai, aku membuka tas ku, Wak Waw.... Ada bungkusan nasi hangat dan kerupuk. Aku tanya OBku, siapa yang masukin makanan ke tas ku? dia bilang tidak tau. Entahlah, suasana pagi hari ini terlalu pagi untuk menuduh siapa siapa yang usil. Akupun bengong, ga tau datangnya dari mana. Apa mungkin suamiku memasukkannya disaat dirumah? Sepertinya tidak, karena seharian pagi itu bersamaku, dan kalaupun dia sempetin beli makan, pasti ga akan secepat aku mandi.

PING!. Suara HPku berbunyi, dan bbm dari suamiku.
Suamiku : Selamat makan, mas tadi beliin maem nasi anget buat kamu.
Aku : Kapan belinya?.
Suamiku : Mas ga tega tadi kamu kepengen sarapan
Aku : Kapan belinya?
Suamiku : Tadi mas habis anter kamu, langsung cari sarapan dan mas cuma dapet nasi pecel, trus balik kekantor kamu, dan mas masukin ke tas kamu nasinya
Aku : Aku sayang kamu mas

Aku terharu, sebegitu perhatiannya dia sama aku. Sebegitu sayangnya dia sama aku. Aku cuma bisa mendoakannya dari jauh. Disetiap doaku, ada kamu.

I Love You, Mas

No comments: