Wednesday, September 19, 2007

Kuciwa dengan pelayanan Solaria

Kmaren malem ( 18 September 2007 ) jam 17.45 aku sudah mendaratkan pantat di kursi Solaria – Kramat Jati Indah, hari ini blm begitu penuh, hanya 40% terisi oleh orang lain. Sambil nungguin waktu berbuka puasa dan temenku dateng, aku liat2 menu2. Ga ada 5 menit, temenku dateng dan kita pun segera memesan makanan mie goreng ayam plus teh botol pake es dan paket special B (ayam rica2 dan teh botol).

Jam tangan udah menunjukan pukul 17.53, tapi belum ada tanda2 orang sibuk untuk berbuka puasa, begitu juga dengan para waitress yang lebih asik berbulak balik ria dengan mukanya yang ditekuk tanpa ada segaris senyum daripada memberitahukan bahwa sudah waktunya berbuka puasa. Mereka lerlihat cuek, bahkan saat kita menanyakan minuman kita pun, mereka hanya lewat dan mengiyakan begitu saja tanpa ada reaksi untuk mengambil minuman yg kami pesan. Sampai akhirnya temen saya ke meja menu dan meminta minuman yang kami pesan untuk membatalkan puasa kami hari ini. Mereka menanyakan nomor meja kami, padahal jelas2 di meja kami tidak ada nomornya, begitu juga dengan meja yg lainnya.

Teh botol kami baru sampe beberapa menit kemudian. Sepertinya, mereka melayani orang yg baru dateng daripada kita yg udah hampir lumutan menunggu sampe 10 menit lebih. Dan begitu juga saat kami menanyakan makanan kami, sampe minuman habis mereka baru dateng, dan itu pun harus menanyakan ke waitress lagi.

Kami harus menunggu minuman sebuah teh botol yg pasti tau tinggal di buka doank tutupnya dan datang selama 20 menit dan itu pun harus menanyakan ke waitres, kl ga nanya.. lupa kali tuh. Kemudian kami harus menunggu 15 menit untuk makanan yg kami pesan, itu pun baru kami mesti treak dulu ketika pesanan makanan di meja sebelah kami (yg baru dateng) smua pesanannya sudah lengkap, itu juga ga langsung didateng tuh makanan. Lebih dari setengah jam kami menunggu, sampe udah ilang nafsu makannya, sudah kenyang makan rasa dongkol dengan pelayanan Solaria – KJI yang lelet, cuek, pura2 tidak denger, ditambah muka2 masam n cemberut para waitresnya… Rasanya, mesti mikir delapan ribu lima ratus sembilan puluh sembilan kali untuk makan lagi di Solaria deh.

Wulan

No comments: